Perawatan perkutut

Perawatan perkutut sebenarnya termasuk sangat mudah jika di bandingkan dengan burung kicauan. Hal ini di karenakan burung perkutut tidak membutuhkan extra fooding yang aneh-aneh seperti jangkrik, kroto dan lainnya.

Perawatan harian perkutut

Untuk perawatan perkutut sehari-hari yang perlu di perhatikan adalah kecukupan makanan dan minum di wadah pakan perkutut.

Untuk melihat lebih banyak video perkutut dan cara tips perawatan silahkan kunjungi Chanel youtube resmi perkutut-sby. Jangan lupa subscribe ya 😊🙏🙏🙏

Makanan perkutut secara umum terdiri dari beberapa macam biji-bijian seperti milet, jewawut, ketan hitam, godem, dan gabah. Jika anda ingin menggunakan pakan jadi, itu lebih baik karena biasanya sudah komplit isinya.

Pakan perkutut. Saran saya untuk perawatan yang lebih optimal, berikan pakan perkutut jadi yang bermerk seperti longkung, madura koong, gold coin, larasati dan lainnya. Hal ini di karenakan pakan bermerk biasanya sudah di berikan campuran vitamin, madu, dan rempah-rempah untuk menjaga kondisi stamina perkutut. Untuk pakan tambahan, berikan sotong (pakan perkutut berwarna putih seperti tulang) untuk sumber kalsium.

Mandi. Memandikan perkutut tidak memerlukan bak karamba seperti burung ocehan. Memandikan perkutut juga tidak menggunakan handspray namun bisa juga asal dengan semprotan embun dan jangan kena kepalanya, Umumnya memandikan perkutut cukup dengan memegangnya dan mengusapnya dengan tangan yang basah atau bisa juga dengan memengangnya lalu di grujuk di bawah kran yang mengalir pelan. Dalam meandikan perkutut harus hati-hati agar tidak sampai hidungnya kemasukan air.

Waktu yang paling tepat untuk mamandikan perkutut adalah sore hari menjelang maghrib atau pada malam hari. Mandikan perkutut anda seminggu sekali atau dua hari sekali jika burung perkutut anda sangat liar. Dengan sering memegang dan memandikannya perkutut akan cepat jinak dan mengenal tuannya.

Baca juga :  Piyikan FWN 535 N7 umur 3.5 bulanan

Perawatan kesehatan dan stamina perkutut

Penyakit. Penyakit yang sering menjangkit perkutut adalah cacingan. Tanda-tanda cacingan biasanya bulu burung mengkorok dan kotorannya mencret. Jangan anggap remeh penyakit ini, perkutut yang cacingan biasanya malas bunyi karena tidak fit. Perkutut akan cepat kurus badannya dan kotorannya akan bau.

Untuk perkutut yang sudah lama di perlihara di rumah biasanya sangat jarang terserang cacingan. Penyakit cacingan biasanya hanya terjadi pada burung perkutut yang masih baru keluar dari peternakan perkutut. Di peternakan perkutut pada umumnya alas sangkar adalah pasir, dan pasir adalah sumber dari telor cacing.

Cara pengobatan cacingan cukup dengan menggunakan combantrin tablet ukuran 125 mg yang dipotong kecil sebesar biji kacang hijau (agak kecil sedikit), lakukan ini pada malam hari agar burung tidak stress dan lemas karena pengaruh obat. Setelah di beri obat cacing besoknya segera bersihkan sangkar (cuci yang bersih). Lakukan ini sekali lagi satu minggu kemudian untuk memastikan perkutut anda bebas dari cacingan.

Untuk pencegahan, sebaiknya berikan pakan jadi yang bermerk karena pakan bermerk biasanya di masak dalam pengolahannya dan berikan air minum yang telah masak.

Stamina. Untuk menjaga stamina, perkutut perlu di berikan vitamin anak-anak seperti vitkom atau vitamin cair untuk bayi pada minumannya 1 – 2 minggu sekali. Untuk menjaga kestabilan bunyi, lolohkan kacang hijau yang sudah di rendam dengan air panas dan di biarkan mengembang (rendam sekitar 6 jam). Lolohkan pada malam hari setelah di mandikan.

Kerekan. Pada dasarnya perkutut rumahan tidak perlu di kerek. Burung perkutut yang di kerek dalam perawatan hariannya adalah untuk melatih mentalnya saja agar mau bunyi jika di lombakan. Yang lebih penting adalah penjemuran karena perkutut adalah burung yang menyukai panas. Pada kondisi cuaca yang dingin biasanya perkutut agak malas untuk bunyi.

Baca juga :  Daftar kantor cabang Herona Express

Untuk pemesanan dan menghubungi kami silahkan kontak lewat :

XL : 0878-8886-5438

98 thoughts on “Perawatan perkutut”

  1. Salam Kuuungk…mau tanya Om untuk suara perkutuk yang sudah keras kira-kira umur berapa?soalnya saya punya anakan perkutut hampir umur 1th bunyinya belum keras sekeras perkutut dewasa…trimakasih

    Reply
    • Perkutut suaranya ngepol tergantung dari masing-masing BPnya. Umumnya umur 7-8 bulan sudah besar tapi ada juga yang umur setahun lebih (beberapa perkutut saya sudah gacor di umur 4-5 bulan).

      Suara ngepol di tandai dengan keluarnya jeritan di suara depan seperti klauu, waauu dsb. Tanda yang pasti bahwa perkutut sudah maksimal suaranya adalah ketika perkutut Bpk sudah mau bekur (bunyi kuurr… kurr.. kurrr). Ketika perkutut bekur itu tandanya sudah birahi dan tertarik dengan perkutut betina shingga ia akan mengeluarkan suara semaksimal mungkin untuk menarik sang betina.

      Kalau suara keras yang Bpk maksud adalah volume, maka usia hampir 1 tahun seharusnya sudah keras kecuali BP milik Bpk adalah betina atau memang memiliki dasar suara yang kecil seperti perkutut lokal.

      Reply
    • BP lokal suara lebih kecil (cenderung sangat kecil) dan biasanya rapet ketukannya (cenderung sangat rapet) jika di bandingkan BP trah bangkok.

      Namun begitu adakalanya (meskipun sangat jarang) BP trah bangkok bersuara kecil dan rapet seperti BP lokal krn pada dasarnya BP bangkok merupakan hasil seleksi gen dari BP lokal yg mungkin saja akan kembali ke sifat gen dari leluhur asalnya.

      Dan ada pula BP lokal yg ketukannya senggang meskipun jarang. Tapi sy belum pernah lihat BP lokal bisa bunyi dengan volume sebesar BP bangkok. Katakanlah BP lokal dng volume 48 keatas atau jika di bandingkan dg klasifikasi BP di thailand dan malaysia, tdk ada BP lokal yg bervolume class B apalagi class A.

      *Cat: yg pernah sy baca, BP di bangkok di sebut nokhao (kalau tdk salah tulis) yang artinya burung jawa. Konon bbrp puluh tahun yg lalu BP jawa di bawa ke thailand oleh para romusha. Di sana BP di ternak dan di kembangkan dng seleksi yg sangat ketat dan berlapis-lapis (hingga bbrp generasi). Hasil ternak yg baik di kawinkan dng yg baik juga. Hasil yg jelek di buang dan yg baik disilangkan lagi dg yg baik. Begitu seterusnya hingga ciri2 suara BP lokal hilang dan berganti dng tipe suara yg baru dan lebih baik.

      Mengenai ciri jantan dan betina, secara umum :
      1. BP jantan bercapit udang rapat, lebih panjang dan keras. Tapi tdk berarti yg renggang dan lemas pasti betina karena sy sering menemukan BP jantan dg capit udang renggang dan lemas.
      2. BP jantan body lebih besar dan panjang sdg betina terkesan lebih pendek dan agak (apa yah istilah yg pas ….) Mungkin agak bundar istilahnya. Hal ini bisa di bedakan jika anda sdh sering melihat BP jantan dan betina.
      3. Kepala BP jantan lebih terang warnanya karena pupur (warna keputihan yg agak meluas) dan ukurannya lebih bsr dan agak persegi sdg yg btn agak kecil dan agak bulat
      4. Mata BP jantan lebih lebar dan tampak tajam sdg betina agak sempit dan terkesan sayu atau kemayu.
      5. Suara yg jantan lebih besar (tapi ada juga BP btn yg suaranya lebih besar dari rata2 BP jtn)
      6. Jari kaki dan paruh BP jantan tampak lebih panjang

      * cat: ciri2 di atas tdk mutlak 100% tapi bersifat secara umumnya. Ada juga BP ciri2 fisiknya meragukan (bencong kalee…). Yg meragukan spt ini satu2nya cara hrs di satukan dng BP lain untuk melihat reaksinya.

      Reply
  2. sy puny BP sudah di satukan (mau dikawinkan) tapi kelihatanya galak terus jantannya, jd gak kawin-kawin. gimana solusinya

    Reply
  3. saya sungguh pengin ikut ternak perkutut, cuman belum berjodoh, sebab saya belum berhasil mendapatkan hasil tangkarannya.

    Reply
    • Dalam beternak perkutut selaian btuh perhatian memang butuh kesabaran Pak. Terutama untuk indukan yang masih muda, terkadang agak lama baru bisa bertelur.

      Reply

Leave a Reply to Fajar Nugroho Cancel reply