Pakan perkutut untuk ternakan ala FWN BF

Setiap peternakan perkutut memiliki resep pakan yang berbeda ketika di terapkan pada kandang ternaknya. Hal ini biasanya berdasarkan pengalaman masing-masing peternak dan teori dari para senior.

FWN bird farm pun memiliki resep pakan sendiri yang merupakan pengembangan dari teori senior dan pengalaman pribadi yang merupakan hasil coba-coba. Berdasarkan hasil coba-coba ini selama beberapa tahun maka pakan ternak untuk perkutut di FWN bird farm menggunakan komposisi sebagai mana yang di ulas pada video di bawah.

Sejauh ini hasil penerapan menunjukan hasil yang positif, antara lain indukan perkutut tetap dapat berproduksi meski dalam kondisi ngurak (rontok bulu). Hal ini di karenakan tidak pernah lagi terjadi ngurak total yang menyebabkan kondisi indukan terganggu.

Sebelumnya di FWN juga seringkali mengalami macet produksi ketika indukan ngurak. Dan proses ngurak ini bisa berjalan hingga 2 bulanan. Namun setelah menggunakan komposisi ini hal tersebut rasanya sudah tidak pernah terjadi dalam beberapa tahun belakangan.

Lebih lengkapnya silahkan simak video di bawah ini. Jangan lupa subscribe, like dan komentarnya 🙂

Video perkutut juara FWN 78 N 666 ( Citra Dahlia )

Perkutut juara – Nama burung citra dahlia, ring FWN 78 N 666 (di sangkar kuning), rekaman video waktu umur 2.5 bulan. Tanggal lahir 24 Mei 2013. Materi indukan Xena K-4 x Only K. Lenox Lewis.

Berikut adalah hasil perjalan perkutut saya Citra Dahlia dalam mengikuti berbagai kejuaran baik itu berupa lomba maupun latber perkutut:

1. Umur 3 1/2 bulan. Juara 10 kelas piyik hanging 14 September 2013 Latber Tropodo

2. Umur 5 1/2 bulan. Juara 17 lomba perkutut kelas piyik senior pahlawan cup 9 November 2013 LPI (nasional)

perkutut juara nasional
Walaupun kondisi kurang fit karena rontok bulu (mabung/ngurak) dan hanya mau kerja ngepol di babak pertama dan kurang ngefight di babak selanjutnya, alhamdulillah masih bisa masuk nominasi.
juara pahlawan cup
pahlawan cup November 2013
Agrobur edisi 704 Minggu III November 2013

3. Umur 6 1/2 bulan. Juara 8 lomba perkutut kelas dewasa junior latber pesapen 15 Desember 2013.

Alhamdulillah citra dahlia kembali menunjukan prestasinya dengan menyabet posisi juara 8 kelas dewasa junior walaupun kondisi lomba perkutut mendung sejak pagi dan membuat kinerja burung cenderung menurun. Belum lagi para pesaing yang notabene rata2 merupakan burung perkutut dengan usia yang lebih tua, benar-benar di uji mental di lomba kali ini. Dan Citra Dahlia masih mampu menunjukan mental perkutut juara yang diturunkan bapaknya.

Hasil kejuaraan latber di pesapen
Agrobur Edisi 709 Minggu IV Desember 2013

4. Umur 7.5 bulan juara 6 kelas dewasa junior Liga Perkutut Surabaya (LPS) Seri ke-1 pada tanggal 12 Januari 2014

Lihat di youtube.com video perkutut juara citra dahlia

Ciri perkutut bangkok jantan dan betina

ciri ciri perkutut jantan dan betina

ciri ciri perkutut jantan dan betinaTidak hanya penghobi biasa, terkadang pertanyaan semacam ini masih saja sering terlontar bahkan oleh peternak. Kebanyakan penghobi perkutut pastinya sering bertanya-tanya, bagaimanakah caranya membedakan perkutut jantan dan betina?

Hal ini memang sangatlah penting untuk di ketahui jawabannya karena menentukan terkait perkembangan suara kedepannya atau untuk sekedar bahan ternak. Ayo simak jawabannya !!!

Ada beberapa ciri-ciri yang bisa digunakan sebagai patokan untuk mengetahui jenis kelamin seekor perkutut bangkok apakah burung itu adalah perkutut jantan atau perkutut betina. Meskipun akurasi tidak bisa 100% benar, akan tetapi secara umum bisa di gunakan sebagai acuan untuk mengetahui perbedaan perkutut jantan dan betina pada perkutut bangkok :

  1. Pupur (warna keputihan) pada atas dahi perkutut. Perkutut jantan biasanya warna putihnya sampai ke tengah mata, sedangkan yang betina tidak. Sehingga terkesan burung jantan berwarna lebih terang kepalanya. (hanya bisa di aplikasikan pada burung yang cukup umur)
  2. Supit/capit udang pada perkutut jika di raba terasa lunak dan renggang waktu raba maka perkutut tersebut diperkirakan betina. Namun ada juga jantan yang seperti itu dan betina ada juga yang bercapit udang rapat dan keras (tapi nanti setelah bertelur akan merenggang secara alami)
  3. Ukuran badan perkutut betina umumnya lebih kecil dan agak pendek di banding perkutut jantan. Ini memang sulit membedakannya tapi kalau masih sama-sama piyik seteluran, yang kecil biasanya betina. Akan tetapi perlu di waspadai juga kebenarannya karena ada piyik perkutut yang menetas jantan semua atau betina semua.
  4. Ukuran jari kaki burung perkutut jantan cenderung panjang dan tebal sedangkan yang betina cenderung lebih pendek dan tipis.
  5. Pada umumnya suara burung perkutut betina umumnya kecil / kristal dan tidak bertekanan. Sedangkan yang jantan sebaliknya. Namun ada juga betina yang bersuara besar (ngebass) dan bertekanan (power) bagus. Dan terkadang ada juga jantan yang bersuara kecil, tipis dan tidak bertekanan.
  6. Ekor perkutut betina agak pendek di banding yang jantan
  7. Paruh betina lebih tipis dan pendek sedangkan perkutut jantan paruhnya lebih tebal dan panjang.
  8. Mata burung perkutut betina agak kecil sedangkan yang jantan seperti melotot (garang)
  9. Kepala burung perkutut betina lebih kecil di banding yang jantan
  10. Perkutut jantan lebih rajin bunyi

Semoga bermanfaat

Tips agar burung perkutut kesayangan anda rajin bunyi.

supaya perkutut rajin bunyi gacor

Pada prinsipnya burung perkutut yang sehat dan senang hatinya biasanya adalah perkutut yang rajin bunyi. Apa lagi jika perkututnya sudah birahi (sdh suka lawan jenis/cukup umur).

supaya perkutut rajin bunyi gacorJadi perhatikan dan pastikanlah burung perkutut anda sehat. Ciri burung perkutut yang sehat secara umum adalah berbulu mulus, halus dan tidak mengkorok. Burung juga tidak kurus dan tidak terlalu gemuk juga. Burung yang terlalu gemuk cenderung malas bunyi.

Burung yang sehat juga memiliki kotoran yang agak bulat dan solid. Biasanya berwarna agak kecoklatan dan agak padat setelah mengering. Burung yang mencret (berair) menandakan kurang sehat (biasanya cacingan). Tapi terkadang ada burung yang sangat doyan minum sehingga kotorannya berair seperti mencret. Kotoran yang berwarna hijau juga menandakan burung perkutut yang kurang sehat.

Setelah di pastikan burung anda sehat maka pastikan juga burung perkutut anda senang hatinya. Burung yang senang hatinya akan senang sekali berbunyi. Jadi anda harus membuatnya merasa senang dan nyaman di lingkungan anda.

Salah satu cara untuk membuat peliharaan anda senang adalah dengan memberikan pakan kesukaannya. Sudah lumrah jika perkutut gemar sekali mengacak-acak pakannya hingga terkadang berantakan di lantai. Jika terlalu banyak yang di buang berarti pakan tersebut tidak di sukai perkutut.

Cobalah memberikan beberapa pakan di wadah yang terpisah. Yang duluan habis maka itulah yang di sukainya.

Langkah berikutnya adalah coba perhatikan tempat gantungan kesukaannya. Cobalah 1 lokasi sehari. Misalkan hari ini disisi kanan teras dan perhatikan tingkah lakunya. Jika dia tampak tenang dan mau bunyi maka itulah lokasi favoritnya. Setelah ketemu lokasi kesukaannya, maka tiap hari perkutut harus di cantol disitu sampai dia rajin bunyi. Setelah burungnya rajin bunyi baru coba di lokasi lainnya agar terbiasa bunyi dimana saja.

Jika perkutut anda terlihat tidak tenang di gantung dimana saja apalagi jika ada orang lewat, maka anda harus sering2 memandikannya.

Jika tips di atas sudah di coba dan belum berhasil, maka anda harus membuatnya birahi. Cara gampang saja, jodohkan dengan betina atau di umbar dengan beberapa ekor betina sekaligus di kandang umbaran atau di sebuah sangkar berukuran agak besar.

Usahakan betina yang anda satukan dengan perkutut kesayangan anda berumur lebih muda dan perkutut kesayangan anda harus masuk umbaran duluan sehari sebelumnya supaya dia jadi yang berkuasa di kandang tersebut. Seandainya berkelahi biarkan saja selama perkutut kesayangan anda yang menang. Biarkan kejar-kejaran apalagi sampai bekur dan jodoh.

Selamat mencoba !!!

Mencoba ternak perkutut bangkok di sangkar gantung

beternak perkutut bangkok di sangkar gantung

Karena terinspirasi oleh seorang teman saya yang berhasil beternak perkutut di sangkar kecil, saya pun ingin ikutan mencobanya dan ternyata berhasil.

ternyata bisa juga beternak perkutut di sangkar gantung

Seperti terlihat di foto, nampak sepasang indukan yang sedang menjaga piyikannya.

Sangkar untuk beternak

Sangkar yang di gunakan berukuran 60(L)x60(P)x75(T). Ukuran sangkar ini tidaklah mutlak karena berdasarkan pengalaman beberapa teman lainnya, ukuran 35x35x60 pun bisa digunakan.

Saya menggunakan sangkar yang lebih besar karena pertimbangan kesehatan burung perkutut indukan saja. Semakin besar sangkar akan semakin bebas bergerak perkututnya di dalam sangkar. Jika Anda pernah memelihara perkutut pasti sering atau setidaknya pernah melihat seekor burung perkutut berolah raga (terbang di tempat di dalam sangkarnya)

Jika anda ingin menggunakan sangkar yang berukuran lain saya kira bisa saja tetap produktif asalkan anda tetap memperhatikan sisa ruang gerak bagi perkutut agar bisa kawin dengan sempurna. Ruang yang terlalu sempit akan membuat perkutut susah melakukan perkawinan. Bayangkan saja jika di sebuah sangkar yang sempit, dimana di dalamnya terdapat wadah pakan dan sarang perkutut.

Sebelum kawin, perkutut akan saling loloh (cium) lalu melakukan rotual ngecer (istilahnya ngecer ini mungkin bagi orang lain) barulah melakukan perkawinan sungguhan.

Yang saya maksud ngecer adalah induk jantan menaiki punggung induk betina sambil berbunyi cek.cek.cek…cek.. cerrrr……. Proses ngecer ini dilakukan sambil melompat dari punggung induk betina ke samping kanan atau kirinya dan hinggap di tangkringan di sebelah induk betina. Karena itulah, dibutuhkan tempat tangkringan yang agak panjang agar indukan jantan bisa lebih leluasa ngecer. Kalau saran saya sebaiknya gunakan sangkar dengan ukuran minimal 45x45x60 saja.

Proses ngecer ini biasanya dilakukan sekitar 4-5 kali barulah terjad perkawinan. Proses ngecer ini mungkin sebagai pemanasan saja. Sedangkan perkawinan yang sesungghnya, gayanya sama seperti burung merpati atau burung puter. Hanya saja pada burung merpati dan puter tanpa melakukan proses ngecer.

Beberapa teman saya menggunakan sangkar tumpuk (ranji) yang biasanya bisa dipindah dan diletakan di bawah. Kalau saya lebih suka pakai sangkar gantung supaya bisa di jemur dan di tinggal dengan tenang karena banyak kucing tetangga berkeliaran di depan rumah.

Cara perawatan induk perkutut

Cara yang saya gunakan ini tidak mutlak harus dilakukan karena masing-masing peternak mungkin pernah juga berhasil menggunakan metode perawatan yang lainnya. Berikut adalah tips dari saya :

  1. Setiap pagi sangkar dijemur untuk merangsang calon indukan supaya cepat kawin. Biasanya pada waktu dijemur dan setelah di jemur burung perkutut akan kawin. Akan tetapi pada malam hari pun terkadang pasangan induk perkutut juga mau kawin jika ada lampu yang menyala. Penjemuran saya lakukan sampai kira2 jam 10 pagi. Teman saya bisa beternak di sangkar gantung tanpa dijemur (hanya di tempel di dinding saja) dan berhasil. Tapi saya kira hal ini jika berlanjut untuk jangka panjang akan kurang baik efeknya bagi pasangan induk perkutut.
  2. Setelah penjemuran, pindahkan sangkar ke dalam rumah dan tempelkan di dinding. Penempelan di dinding ini di maksudkan agar jika perkutut bertelur, telurnya tidak banyak tergoyang.
  3. Setelah terlihat kawin, biasanya perkutut akan segera bertelur 1-2 minggu kemudian. Jika sudah ada tanda-tanda perkutut akan bertelur, sangkar tidak perlu di keluarkan dan dibiarkan saja menempel di dinding selama masa pengeraman.
  4. Masa pengeraman telur adalah 2 minggu (terkadang biasa mundur 1-2 hari atau bahkan 1 minggu jika proses pengeramannya jelek). Setelah ada tanda-tanda telur menetas, 2-3 hari kemudian sangkar bisa anda jemur kembali sekitar 5-10 menit saja di pagi hari. Waktu penjemuran harus di perhatikan bahwa sinar matahari jangan terlalu kuat karena piyikan bisa mati kepanasan. Mungkin idealnya sekitar jam7 atau 7.30 pagi. Setelah bulu piyikan keluar, waktu penjemuran bisa anda tambah.
  5. Usia anakan perkutut 5-7 hari anda bisa memasang cincin (ring)
  6. Sekitar umur 7-8 hari, piyik perkutut bisa anda ambil dan dititipkan di loloh burung puter jika anda menggunakan jasa burung puter. Jika anda ambil piyik perkutut pada saat itu, maka ada baiknya anda bersihkan sekalian sangkar berikut sarangnya supaya bisa di gunakan untuk bertelur lagi.
  7. Jika anda ingin membiarkan piyikan di rawat oleh induknya sendiri, waktu aman (sudah mulai makan sendiri) untuk memisah piyik dari induknya adalah setelah berumur di atas 21 hari. Namun jika anda takut ada baiknya di genapkan hingga berusia 1 bulan saja.

Tanda-tanda telur perkutut menetas

telur perkutut menetas

Ada kalanya telur yang di erami indukan tidak menetas. Hal ini biasanya di akibatkan karena pada telur perkutut tidak terjadinya pembuahan yang sempurnya. Jika terjadi pembuahan yang sempurna, setelah 5 hari pada telur perkutut akan terbentuk semacam urat2 darah yang berdenyut jika di teropong kearah cahaya matahari.

telur perkutut menetas
Telur perkutut yang akan menetas akan tampak agak gelap seperti gambar di atas.

Walaupun terkadang ada perlunya juga meneropong untuk mengecek telur, saya sarankan tidak usah melakukan itu karena akan mengganggu ketenangan indukan perkutut. Yah, dalam berternak perkutut memang di perlukan kesabaran dan keuletan dalam merawatnya. Jadi saran saya bersabarlah.

Setelah di erami sekitar 2 minggu, telur perkutut akan menetas. Anda tidak perlu mengecek dengan melihat isi sarangnya apakah ada piyikan yang menetas. Ketika telur menetas, secara insting induk perkutut akan membuang pecahan cangkang telur di bawah sangkar. Pecahannya biasanya berbentuk setengah cangkang telur utuh. Jarak tetas antar masing2 telur adalah 1 hari pada umumnya. Jadi pecahan cangkang tersebut bisa anda gunakan sebagai patokan tanggal lahirnya perkutut.