Ciri perkutut bangkok jantan dan betina

ciri ciri perkutut jantan dan betina

ciri ciri perkutut jantan dan betinaTidak hanya penghobi biasa, terkadang pertanyaan semacam ini masih saja sering terlontar bahkan oleh peternak. Kebanyakan penghobi perkutut pastinya sering bertanya-tanya, bagaimanakah caranya membedakan perkutut jantan dan betina?

Hal ini memang sangatlah penting untuk di ketahui jawabannya karena menentukan terkait perkembangan suara kedepannya atau untuk sekedar bahan ternak. Ayo simak jawabannya !!!

Ada beberapa ciri-ciri yang bisa digunakan sebagai patokan untuk mengetahui jenis kelamin seekor perkutut bangkok apakah burung itu adalah perkutut jantan atau perkutut betina. Meskipun akurasi tidak bisa 100% benar, akan tetapi secara umum bisa di gunakan sebagai acuan untuk mengetahui perbedaan perkutut jantan dan betina pada perkutut bangkok :

  1. Pupur (warna keputihan) pada atas dahi perkutut. Perkutut jantan biasanya warna putihnya sampai ke tengah mata, sedangkan yang betina tidak. Sehingga terkesan burung jantan berwarna lebih terang kepalanya. (hanya bisa di aplikasikan pada burung yang cukup umur)
  2. Supit/capit udang pada perkutut jika di raba terasa lunak dan renggang waktu raba maka perkutut tersebut diperkirakan betina. Namun ada juga jantan yang seperti itu dan betina ada juga yang bercapit udang rapat dan keras (tapi nanti setelah bertelur akan merenggang secara alami)
  3. Ukuran badan perkutut betina umumnya lebih kecil dan agak pendek di banding perkutut jantan. Ini memang sulit membedakannya tapi kalau masih sama-sama piyik seteluran, yang kecil biasanya betina. Akan tetapi perlu di waspadai juga kebenarannya karena ada piyik perkutut yang menetas jantan semua atau betina semua.
  4. Ukuran jari kaki burung perkutut jantan cenderung panjang dan tebal sedangkan yang betina cenderung lebih pendek dan tipis.
  5. Pada umumnya suara burung perkutut betina umumnya kecil / kristal dan tidak bertekanan. Sedangkan yang jantan sebaliknya. Namun ada juga betina yang bersuara besar (ngebass) dan bertekanan (power) bagus. Dan terkadang ada juga jantan yang bersuara kecil, tipis dan tidak bertekanan.
  6. Ekor perkutut betina agak pendek di banding yang jantan
  7. Paruh betina lebih tipis dan pendek sedangkan perkutut jantan paruhnya lebih tebal dan panjang.
  8. Mata burung perkutut betina agak kecil sedangkan yang jantan seperti melotot (garang)
  9. Kepala burung perkutut betina lebih kecil di banding yang jantan
  10. Perkutut jantan lebih rajin bunyi

Semoga bermanfaat

Pada prinsipnya burung perkutut yang sehat dan senang hatinya biasanya adalah perkutut yang rajin bunyi.
Sering kali seorang pemula dibingungkan oleh ulah perkutut yang sering tidur di sarang seakan-akan sedang
Ternyata beternak perkutut tidak hanya bisa di lakukan oleh orang2 yang punya lahan saja. Terbukti

Mencoba ternak perkutut bangkok di sangkar gantung

beternak perkutut bangkok di sangkar gantung

Karena terinspirasi oleh seorang teman saya yang berhasil beternak perkutut di sangkar kecil, saya pun ingin ikutan mencobanya dan ternyata berhasil.

ternyata bisa juga beternak perkutut di sangkar gantung

Seperti terlihat di foto, nampak sepasang indukan yang sedang menjaga piyikannya.

Sangkar untuk beternak

Sangkar yang di gunakan berukuran 60(L)x60(P)x75(T). Ukuran sangkar ini tidaklah mutlak karena berdasarkan pengalaman beberapa teman lainnya, ukuran 35x35x60 pun bisa digunakan.

Saya menggunakan sangkar yang lebih besar karena pertimbangan kesehatan burung perkutut indukan saja. Semakin besar sangkar akan semakin bebas bergerak perkututnya di dalam sangkar. Jika Anda pernah memelihara perkutut pasti sering atau setidaknya pernah melihat seekor burung perkutut berolah raga (terbang di tempat di dalam sangkarnya)

Jika anda ingin menggunakan sangkar yang berukuran lain saya kira bisa saja tetap produktif asalkan anda tetap memperhatikan sisa ruang gerak bagi perkutut agar bisa kawin dengan sempurna. Ruang yang terlalu sempit akan membuat perkutut susah melakukan perkawinan. Bayangkan saja jika di sebuah sangkar yang sempit, dimana di dalamnya terdapat wadah pakan dan sarang perkutut.

Sebelum kawin, perkutut akan saling loloh (cium) lalu melakukan rotual ngecer (istilahnya ngecer ini mungkin bagi orang lain) barulah melakukan perkawinan sungguhan.

Yang saya maksud ngecer adalah induk jantan menaiki punggung induk betina sambil berbunyi cek.cek.cek…cek.. cerrrr……. Proses ngecer ini dilakukan sambil melompat dari punggung induk betina ke samping kanan atau kirinya dan hinggap di tangkringan di sebelah induk betina. Karena itulah, dibutuhkan tempat tangkringan yang agak panjang agar indukan jantan bisa lebih leluasa ngecer. Kalau saran saya sebaiknya gunakan sangkar dengan ukuran minimal 45x45x60 saja.

Proses ngecer ini biasanya dilakukan sekitar 4-5 kali barulah terjad perkawinan. Proses ngecer ini mungkin sebagai pemanasan saja. Sedangkan perkawinan yang sesungghnya, gayanya sama seperti burung merpati atau burung puter. Hanya saja pada burung merpati dan puter tanpa melakukan proses ngecer.

Beberapa teman saya menggunakan sangkar tumpuk (ranji) yang biasanya bisa dipindah dan diletakan di bawah. Kalau saya lebih suka pakai sangkar gantung supaya bisa di jemur dan di tinggal dengan tenang karena banyak kucing tetangga berkeliaran di depan rumah.

Cara perawatan induk perkutut

Cara yang saya gunakan ini tidak mutlak harus dilakukan karena masing-masing peternak mungkin pernah juga berhasil menggunakan metode perawatan yang lainnya. Berikut adalah tips dari saya :

  1. Setiap pagi sangkar dijemur untuk merangsang calon indukan supaya cepat kawin. Biasanya pada waktu dijemur dan setelah di jemur burung perkutut akan kawin. Akan tetapi pada malam hari pun terkadang pasangan induk perkutut juga mau kawin jika ada lampu yang menyala. Penjemuran saya lakukan sampai kira2 jam 10 pagi. Teman saya bisa beternak di sangkar gantung tanpa dijemur (hanya di tempel di dinding saja) dan berhasil. Tapi saya kira hal ini jika berlanjut untuk jangka panjang akan kurang baik efeknya bagi pasangan induk perkutut.
  2. Setelah penjemuran, pindahkan sangkar ke dalam rumah dan tempelkan di dinding. Penempelan di dinding ini di maksudkan agar jika perkutut bertelur, telurnya tidak banyak tergoyang.
  3. Setelah terlihat kawin, biasanya perkutut akan segera bertelur 1-2 minggu kemudian. Jika sudah ada tanda-tanda perkutut akan bertelur, sangkar tidak perlu di keluarkan dan dibiarkan saja menempel di dinding selama masa pengeraman.
  4. Masa pengeraman telur adalah 2 minggu (terkadang biasa mundur 1-2 hari atau bahkan 1 minggu jika proses pengeramannya jelek). Setelah ada tanda-tanda telur menetas, 2-3 hari kemudian sangkar bisa anda jemur kembali sekitar 5-10 menit saja di pagi hari. Waktu penjemuran harus di perhatikan bahwa sinar matahari jangan terlalu kuat karena piyikan bisa mati kepanasan. Mungkin idealnya sekitar jam7 atau 7.30 pagi. Setelah bulu piyikan keluar, waktu penjemuran bisa anda tambah.
  5. Usia anakan perkutut 5-7 hari anda bisa memasang cincin (ring)
  6. Sekitar umur 7-8 hari, piyik perkutut bisa anda ambil dan dititipkan di loloh burung puter jika anda menggunakan jasa burung puter. Jika anda ambil piyik perkutut pada saat itu, maka ada baiknya anda bersihkan sekalian sangkar berikut sarangnya supaya bisa di gunakan untuk bertelur lagi.
  7. Jika anda ingin membiarkan piyikan di rawat oleh induknya sendiri, waktu aman (sudah mulai makan sendiri) untuk memisah piyik dari induknya adalah setelah berumur di atas 21 hari. Namun jika anda takut ada baiknya di genapkan hingga berusia 1 bulan saja.
Tidak hanya penghobi biasa, terkadang pertanyaan semacam ini masih saja sering terlontar bahkan oleh peternak.
Pada prinsipnya burung perkutut yang sehat dan senang hatinya biasanya adalah perkutut yang rajin bunyi.
Ada kalanya telur yang di erami indukan tidak menetas. Hal ini biasanya di akibatkan karena

Tanda-tanda telur perkutut menetas

telur perkutut menetas

Ada kalanya telur yang di erami indukan tidak menetas. Hal ini biasanya di akibatkan karena pada telur perkutut tidak terjadinya pembuahan yang sempurnya. Jika terjadi pembuahan yang sempurna, setelah 5 hari pada telur perkutut akan terbentuk semacam urat2 darah yang berdenyut jika di teropong kearah cahaya matahari.

telur perkutut menetas
Telur perkutut yang akan menetas akan tampak agak gelap seperti gambar di atas.

Walaupun terkadang ada perlunya juga meneropong untuk mengecek telur, saya sarankan tidak usah melakukan itu karena akan mengganggu ketenangan indukan perkutut. Yah, dalam berternak perkutut memang di perlukan kesabaran dan keuletan dalam merawatnya. Jadi saran saya bersabarlah.

Setelah di erami sekitar 2 minggu, telur perkutut akan menetas. Anda tidak perlu mengecek dengan melihat isi sarangnya apakah ada piyikan yang menetas. Ketika telur menetas, secara insting induk perkutut akan membuang pecahan cangkang telur di bawah sangkar. Pecahannya biasanya berbentuk setengah cangkang telur utuh. Jarak tetas antar masing2 telur adalah 1 hari pada umumnya. Jadi pecahan cangkang tersebut bisa anda gunakan sebagai patokan tanggal lahirnya perkutut.

Tidak hanya penghobi biasa, terkadang pertanyaan semacam ini masih saja sering terlontar bahkan oleh peternak.
Pada prinsipnya burung perkutut yang sehat dan senang hatinya biasanya adalah perkutut yang rajin bunyi.
Karena terinspirasi oleh seorang teman saya yang berhasil beternak perkutut di sangkar kecil, saya pun

Tanda-tanda perkutut akan bertelur

Sering kali seorang pemula dibingungkan oleh ulah perkutut yang sering tidur di sarang seakan-akan sedang mengerami telur akan tetapi jika di periksa tidak ada telur di sarangnya.

perkutut-akan-bertelur
Perkutut yang akan bertelur akan sering berada di sarang

Sebenarnya, untuk mengetahui apakah perkutut akan bertelur, anda tidak perlu mengecek sarangnya. Cukup anda lihat dari wadah minumnya dan melihat dari ukuran kotorannya saja. Perkutut yang akan bertelur akan minum lebih banyak sehingga wadah minuman akan cepat habis. Pada kondisi normal, perkutut agak jarang minum. Namun jika akan bertelur, wadah minum mungkin akan hanya tersisa setengahnya saja dalam sehari semalam.

Perkutut yang akan bertelur ukura kotorannya juga akan besar. Besar kotorannya mungkin sekitar 3-5 kali lipat dari ukuran normal. Semakin membesar ukurannya, maka semakin dekat waktu bertelurnya.

Pada umumnya, induk perkutut akan mengerami telurnya secara bergantian. Perkutut jantan akan mengeram pada siang hari dan betina pada malam hari. Jadi jika biasanya induk perkutut tidur berduaan dan berjejer merapat di sarang ataupun di tenggeran pada malam hari, maka ketika mengeram hanya ada induk betina saja di sarangnya. Sedangkan yang jantan akan bertengger di tangkringan. Ada kalanya indukan mengeram secara berbarengan (induk jantan tetap tidur disarang ketika malam bersama yang betina). Namun hal ini agak jarang terjadi.

 

Tidak hanya penghobi biasa, terkadang pertanyaan semacam ini masih saja sering terlontar bahkan oleh peternak.
Pada prinsipnya burung perkutut yang sehat dan senang hatinya biasanya adalah perkutut yang rajin bunyi.
Karena terinspirasi oleh seorang teman saya yang berhasil beternak perkutut di sangkar kecil, saya pun

Beternak perkutut di sangkar gantung

kandang ternak perkutut

Ternyata beternak perkutut tidak hanya bisa di lakukan oleh orang2 yang punya lahan saja. Terbukti seorang kawan saya berhasil berternak perkutut di sangkar gantung yang biasa di pakai untuk burung ocehan.

kandang ternak perkutut
Ini adalh ukuran kandang ternak perkutut yang umumnya di pakai para peternak besar

Menurut teman saya, yang terpenting adalah sangkar tidak boleh terlalu sering di goyang/ di pindah. Sangkar bisa di tempel di tembok, atau bisa juga di gantung biasa. Yang perlu di perhatikan jika sangkar hanya di gantung biasa, pastikan lokasi menggantung tidak terkena terpaan angin keras yang bisa menggoyang sangkar. Jika sangkar terlalu sering goyang di kuatirkan telur tidak akan menetas.

Perlu juga di perhatikan posisi penempatan tangkringan dan sarang. Tangkringan kutut sebaiknya terdiri dari 1 tangkringan utama yang terletak sejajar dengan wadah pakan dan minum dan 1 tangkringan lagi untuk menyokong sarang agar tidak mudah goyang.

Tangkringan penyokong sarang terletak pada posisi yang lebih tinggi dari posisi tangkringan utama. Tangkringan sarang tidak perlu panjang karena sifatnya hanya sebagai penahan saja.

Tidak hanya penghobi biasa, terkadang pertanyaan semacam ini masih saja sering terlontar bahkan oleh peternak.
Pada prinsipnya burung perkutut yang sehat dan senang hatinya biasanya adalah perkutut yang rajin bunyi.
Karena terinspirasi oleh seorang teman saya yang berhasil beternak perkutut di sangkar kecil, saya pun