PerkututSby

Info perkutut bangkok, perawatan & tips burung perkutut bangkok

Suara burung perkutut saya engkle, doble atau triple ?

facebooktwittergoogle_pluslinkedin
 

Seringkali seorang pemula yang baru menyelami dunia perkutut bertanya-tanya. Sebenarnya burung perkutut saya suaranya engkel, doble atau triple ya?

kutut-liarSekarang kita perhatikan seekor perkutut yang bersuara seperti ini :

1. Suara perkutut engkle : “klaau kuk kuk kuung”

Klaau adalah bagian yang di sebut sebagai depan, sedangkan kuk kuk adalah bagian yang di sebut sebagai tengah, sedangkan kuung adalah yang di sebut ujung.

2. Suara perkutut doble : “klaau kuk kuk kuk kuk kuung”

Klaau adalah bagian yang di sebut sebagai depan, sedangkan kuk kuk kuk kuk adalah bagian yang di sebut sebagai tengah, sedangkan kuung adalah yang di sebut ujung.

3. Suara perkutut triple : “klaau kuk kuk kuk kuk kuk kuk kuung”

Dari ilustrasi di atas bisa di simpulkan dengan mudah, bahwa depan adalah suara ketukan pertama burung perkutut. Suara ketukan terakhir adalah yang di sebut ujung sedangkan yang ada di bagian tengah ya di sebut tengah, berapa pun jumlah ketukannya tetap di sebut tengah jika posisinya berada diantara depan dan ujung.

Namun harus tetap berhati-hati jika yang di dengar adalah burung yang nyusun (ngintro). Brung yang ngintro adalah burung perkutut yang mengeluarkan suara ujung berulang seperti contoh di bawah ini.

“klaau kuk kuk kuk kuk kuung … kuk kuk kuung”

Pada contoh tersebut sebenarnya burung hanya bunyi doble. Jadi hanya 6 ketukan pertama saja yang di hitung. Sedangkan yang sisanya ( … kuk kuk kuung) di sebut intro.

Apakah burung intro bagus?

Jawabannya tergantung situasi dan kondisi. Burung intro konon umumnya lebih stabil di banding yang tidak ngintro (seleh). Jadi mungkin ada baiknya memilih burung yang ngintro jika memilih bakalan (piyik). Tapi hal ini tidak berarti perkutut yang tidak ngintro berarti tidak stabil.

Tapi jika situasinya dalam lomba, maka hasilnya justru burung ngintro akan mengecewakan karena burung yang ngintro tidak bisa mendapatkan nilai yang maksimal. Tapi jangan kuatir, karena burung yang ngintro biasanya burung yang belum gacor saja. Setelah burung gacor, hampir semua burung akan hilang intronya. Namun ada yang butuh proses cepat atau lama untuk hilangnya.

Lalu bagaimanakah caranya menentukan seekor perkutut berbunyi engkle, doble atau triple?

Menurut pakem penilaian, suara tengah haruslah lengkap. Suara tengah yang lengkap minimal terdiri dari 2 ketukan yaitu : ke tek (kuk kuk). Jadi dua ketukan tengah di sebut 1 bagian tengah yang lengkap. Jika suara tengah terdiri dari 4 ketukan maka jika di bagi dua hasilnya adalah 2 bagian tengah yang lengkap atau doble.

“klaau | kuk kuk | kuung” = ada 1 kali kuk kuk = engkle (4 ketukan/jalan 4)

“klaau | kuk kuk | kuk kuk | kuung” = ada 2 kali kuk kuk = doble (6 ketukan/ jalan doble)

“klaau | kuk kuk | kuk kuk | kuk kuk | kuung” = ada 3 kali kuk kuk = triple (8 ketukan)

Namun perlu di ingat, bahwa sebenarnya tidak ada burung perkutut yang bersuara doble atau triple terus-menerus.

Perkutut sebagaimana umumnya mahluk hidup punya rasa capek jika terlalu banyak bunyi. Tidak mungkin seekor perkutut yang dari awal sampai akhir bisa bunyi 8 ketukan terus menerus (katakanlah 10 kali bunyi berturut-turut). Pada awalnya perkutut triple bisa saja bunyi jalan 8, tapi setelah beberapa kali bunyi ketukannya pasti akan turun (katakanlah jadi jalan 5, 6 atau7 silih berganti).

Wah berarti tidak stabil dong?

Ukuran stabil tidaklah di lihat dari semata-mata jumlah ketukannya saja. Selama jumlah ketukan tidak ngedrop (turun) terlalu banyak dan ujung selalu keluar maka seekor perkutut masih bisa di bilang stabil.

Wah, saya tidak puas. Saya mau cari perkutut yang tidak ngedrop dan ujung keluar terus !!!

Masa sih tidak ada?

Jawabnya : ADA !!!!

Beli saja kaset atau CD …. Di jamin stabil selama tidak mati lampu… HA..HA..HA……

facebooktwittergoogle_pluslinkedin
Updated: Maret 11, 2014 — 13:43

10 Comments

Add a Comment
  1. Salam pak fajar, saya punya perkutut silangan suaranya lumayan gede (50). Suara tengah terdengar enak, senggang/ lelah walaupun cuma jalan 1.5 – suara belakang panjang, jelas dan ndlosor. Sayangnya suara depan pendek walaupun sudah sedikit narik, bagaimana caranya y pak agar suara depan bisa lebih panjang dan terdengar wou..bukan huk, apakah cara mengikat leher dapat berpengaruh

    1. Bisa di coba Pak

  2. sama kasusnya…mau tau juga…perkutut saya lokal(hasil ngombyok)…yang saya harapkan susunan manggungnya terdengar merdu(fasih wur ketek ketek kung) selama ini punya saya susunan manggungnya terdengar terdengar cepat…bagaimana solusinya…mohon pencerahan

    sebelumnya saya ucapkan terima kasih

    1. Kalau untuk irama cepat memang sudah bawaannya pak. Pada burung yang sudah gacor (dewasa) umumnya tidak bisa berubah jadi senggang

  3. aslkm salam kung mania,ini saya mau taya sebaiknya mulai umur berapa perkutut mulai ikut di lombakan
    kelas hanging = usia ….bulan s/d ……..bulan
    kelas piyek yunior = usia ….bulan s/d ……..bulan
    kelas dewasa yunior = usia ….bulan s/d ……..bulan
    kelas dewasa = minimal usia ….bulan
    trima kasih atas informasinya.
    wslm.

    1. Wassalamu ‘alaikum.
      Tidak bisa di generalisasi seperti itu Pak. Umumnya di sesuaikan dengan kesiapan burungnya, kalau perkutut umur 6 bulan masih susah bunyi di kerekan dan suaranya kecil dan kurang rajin bunyi ya sebaiknya ikut hanging saja. Tapi meskipun masih 5 bulan kalau suara perkututnya sudah tembus bertenaga dan rajin bunyi, ya lebih baik ikut piyik junior saja.
      Jadi tergantung pemilik mengukur sejauh mana kemampuan perkututnya. Jangan di paksakan ikut dewasa kalau belum bisa bunyi lumayan gacor di lapangan walaupun sudah cukup umur.
      Kira2 seperti itu… :)

  4. kalau burung saya bunyinya hur kete kuk kuk kuk kuk kuk itu jenis suara perkutut yang bagaimana gan tolong kasih masukan biar hati saya plong.

    1. Engkle nyusun pak

  5. nuwun. artikelnya

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Perkutut Sby © 2013 Frontier Theme